Sistem keamanan data data
security adalah praktik melindungi data dan informasi digital dari
akses ilegal, pencurian di seluruh jaringan sistem yang digunakan. Kemananan
data mencakup setiap aspek kemanan informasi, mulai dari keamamana fisik perangkat
keras dan perangkat penyimpanan hingga kontrol administratif dan akses
serta juga keamanan logis aplikasi perangkat lunak, kebijakan, prosedur
organisasi.berikut adalah jenis-jenis keamanan data yang bisa diterapkan :
1.
Enkripsi
Algoritma komputer mengubah karakter teks menjadi format yang
tidak bisa dibaca melalui kunci enkripsi, dan hanya pengguna yang dapat membuka
dan mengakses informasi tersebut mulai dari file, database, hingga komunikasi
email yang harus dienkripsi keamanannya
2.
Kontrol Akses
Tindakan keamanan data yang bekerja dengan cara membatasi akses,
baik yang fisik maupun digital, ke dakam sistem jaringan, dan data-data
penting.Cara penerapanya dengan cara semua koputer/perangkat harus dilindungi
dengan entri login wajib, dan data ruangan hanya dapat dimasuki oleh pengguna
yang melengkapinya
3.
Autentikasi
Hampir mirip dengan kontrol akses hanya saja autekansi lebih
merujuk pada proses pengenalan pengguna secara akurat sebelum memiliki akses
kedalam sebuah sistem. Praktik ini biasanya pengguna wajib memasukkan hal-hal
meliputi kata sandi, PIN, keamanan token, kartu gesek, atau biometrik.
4.
Percadangan dan
Pemulihan
Jenis keamanan yang hanya wajib sekali dilakukan, diperlukan saat
terjadinya kegagalan sistem, bencana, kerusakan data, atau kebocoran
data. Jika masih ingin mengakses data diperlukan adanya
pencadangan/penyalinan cloud agar mudah
5.
Penghapusan data
Jenis keamanan data dengan
menggunakan perangkat kunak untuk melakukan penimpanan data pada perangkat
lunak untuk melakukan penimpaan data pada perangkat agar tidak dapat dilapis
kembali. Hal ini dapat mencegah terjadinya kebocoran data.
6.
Penyamaran data
Jenis keamanan data yang
menutupi informasi sensitif secara efektif bahkan jika pihak lain secara
illegal memperoleh data ketika pengguna mengakses data tersebut huruf dan
angkanya kembali menjadi normal
7.
Ketahanan data
Penerapan keamanan data yang sangat berguna agar
data dan informasi tetap bertahan walaupun terjadi kegagalan sistem seperti
pemadaman atau bencana alam
Setelah
membahas jenis-jenis keamanan data berserta pengertianya selanjutnya kita akan
lebih dalam mengenal tentang keamanan data. Topik pembahasan kita selanjutnya
yaitu tentang Tools, fenomena cara kerja virus, dan cara
penanggulangannya/perbaikanya
Tools/Perangkat
Keamanan Data
Perangkat
keamanan pada dasarnya bertujuan untuk mencegah / mengurangi ancaman dari virus-virus
pada perangkat pengguna sehingga dengan adanya keamanan data ini bisa meminimalisir ancaman penerobosan pada sistem. Berikut
adalah tools / perangkat yang biasa digunakan dalam teknologi informasi, yang
mana perangkat keamanan ini dibedakan mennjadi 2 yaitu hardware dan software
:
SOFTWARE
:
1.
Honeypot
Perangkat lunak yang di desain
memiliki kelemahan pada sistemnya yang dimana tujuanya untuk mendeteksi,
mengetahui, dan mencatat aktivitas yang melakukan tindakan pada sistem tertentu.
Honeypot biasanya di pasang terpisah pada sistem utama yang bertujuan agar
ketika perangkat ditembus sistem utama masih aman karena belum tersentuh.
2.
Anti Virus
Program yang didesain khusus
untuk mendeteksi, mengkarantina, dan menghapus virus di komputer. Di dalam anti
virus terdapat sebuah database berbagai virus dan program jahat lainya, oleh
karena itu di dalam anti virus banyak mekanisme pendeteksian dan penghapusan
virus yang menyebabkan kapasitas antivirus berbeda-beda.
3.
Pengerasan Sistem
Operasi (OS)
Tindakan membuat sistem
operasi menjadi lebih aman / lebih jelasnya yaitu pengerasan pada sistem
operasi yang menjadi server, karena setiap sistem operasi ketika baru varu
diinstal masih banyak terdapat celah keamanan.
4.
Anti Keylogger
Perangkat yang didesain khusus
untuk mendeteksi keberadaan keylogger dan memutuskan proses perekaman yang
diketik, semua perangkat bisa direkam atau dicatat misal layar komputer, web
cam, suara, file clipboard, dll.
5.
Anti Phishing
Software yang dirancang untuk
mendeteksi konten phising yang ada di email, dengan cara mengenali dari
tampilan tautan / dari umpan phishing nya
6.
Endpoint
Protection
Endpoint protection merupakan
bentuk perlindungan kepada perangkat yang terhubung pada sistem, perlindungan ini
bisa dipasang langsung pada perangkat menggunakan jasa pemrosesan awan,
sehingga tidak memerlukan sumber daya tambahan untuk perlindunganya.
7.
Perlindungan
Kehilangan Data (DLP)
Perangkat yang didesain untuk
melindungi fdata dari pencurian dan akses dari pihak yang tidak berhak, cara
kerjanya yaiti dengan mengawasi pengiriman data pada perangkat endpoint
memindai lalu lintas jaringan dan titik akhir perangkat dengan mendeteksi
anomali dalam pengiriman lalu lintas data.
8.
VPN
Sebuah koneksi yang memungkin
terhubung dengan jaringan lokal menggunakan jaringan internet, koneksi ini
memungkinkan penggunanya untuk berkomunikasi secara aman karena jalur komunikasi
nya privat.
HARDWARE
:
1.
Firewall
Perangkat keamanan yang
berfungsi memonitori lalu lintas data yang masuk dan keluar jaringan akan
diteruskan masuk / diblokir. Telah menjadi perangkat keamanan sejak 25 tahun
lalu yang terbagi menjadi 2 yaitu Network firewall dan Host Firewall
Network firewall digunakan
untuk memonitori jaringan komputer sedangkan Host firewall untuk memonitori
komputer secara mandiri.
2.
Sistem Pencegahan
Intruksi (IPS)
Gabungan antara Firewall dan IDS
(Intrusion Detection System) dimana selain mendeteksi ancaman pada jaringan IPS
juga mampu memblokir ancaman tersebut, memberikan peringatan dan ancaman IPS
juga mampu memblokir ancaman tersebut.
Dibagi menjadi 2 Network
Base IPS dan Host Base IPS, Network IPS mengawasi pada jaringan
sedangkan Host pada perangkat pribadi hampir sama dengan firewall.
3.
Otentikasi Token
Perangkat yang memastikan
bahwa permintaan yang diajukan ke server merupakan permintaan dari pengguna
yang sah, token ini akan menambah layer keamanan sehingga data yang diminta /
dikirim lebih aman. Dalam pelaksanaanya token autekansi membutuhkan perangkat
dongle / aplikasi yang berbasis web, dan bisa juga dikierim melalui email.
4.
Proxy
Perangkat yang menjadi penengah
antara client dengan server. Fungsi utamnya antara lain berbagi koneksi,
memfilter, memory cache. Dalam praktiknya proxy sering digunakan untuk
mengamamnkan jaringan dari koneksi tertentu, terutama membatasi koneksi dari
dalam ke luar jaringan.
Fenomena
Cara Kerja Virus dan Cara Mengatasinya
Virus komputer merupakan program komputer yang
dapat menggandakan atau menyalin dirinya dan menyebar dengan cara menyisipkan
salinan dirinya ke program atau dokumen lain. Virus dapat dianalogikan dengan
virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya ke sel mahkluk
hidup. Virus dapat merusak data pada dokumen, membuat pengguna merasa terganggu,
dan bahkan tidak menimbulkan efek apa-apa. Virus umunya mengakibatkan kerusakan
dengan cara memuat program memaksa over process ke perangkat tertentu. Efek negativ
virus komputer adalah memperbanyak dirinya sendiri, yang membuat sumber daya
komputer menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% virus lomputer berbasis
sistem operasi windows, sisanya menyerang Linux/GNU, FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun
Operating System, sedangkan virus yang ganas akan merusak perangkat keras.
Jenis-jenis
Virus :
v Worm
: Menduplikat diri sebagai hardisk, lalu membuat sumber
daya penyimpanan komputer penuh akan virus worm tersebut.
v Trojan
: Mengambil data pada komputer yang telah terinfeksi
dan mengirim data pada pembuat trojan itu sendiri
v Backdoor
: Hampir sama dengan trojan namun Backdoor menyamar
menyerupai file yang baik-baik saja misal pada game.
v Spyware
: Virus yang memantau komputer yang terinfeksi
v Rogue
: Menirukan program antivirus yang sedang menampilkan
aktivitas normalnya pada program lalu memberikan peringatan palsu tentang adanya
virus, sehingga membuat pengguna membeli antivirus palsu pada pembuat virus rogue
itu sendiri.
v Rootkit
: Virus yang menyerupai cara kerja sistem yang biasa
saja terjadi.
v Polymorphic
virus : Virus yang gemar berubah-ubah agar tidak dapat
terdeteksi.
v Metamorphic
Virus : Virus yang mengubah pengkodeanya sendiri agar lebih
sulit dideteksi.
v Virus
Ponsel : Virus yang berjalan di telepon seluler dan dapat
menimbulkan berbagai macam efek misal merusak telepon sleuler, mencuri data
pada telepon, membuat panggilan diam-diam, sampai menghabiskan pulsa pada
telepon seluler.
Cara
Mengatasinya :
Serangan Virus dapat
dicegah dengan cara menggunakan antivirus seperti apa yang sudah dijelaskan
diatas, Jenis perangkat lunak dapat
mendeteksi dan menghapus virus komputer.Virus dihapus dengan basis data
(database/ signature-based detection), heuristik, atau perangkat dari program
itu sendiri (Quantum).
Sumber
:
https://aliyhafiz.com/perangkat-keamanan-komputer-teknologi-informasi/
https://diskominfo.badungkab.go.id/artikel/18206-mengenal-virus-komputer